Rabu, 28 Maret 2012

indahnya persahabatan

Some people come into our lives and quickly go. Some stay for awhile and leave footprints on our hearts. And we are never, ever the same
Sahabat yang sesungguhnya, adalh mereka yang selalu mengingatkan kita akan Allah dan mereka yang akan menggiring kita ke syurga. Diriwayatkan, bahwa apabila penghuni syurga telah masuk kedalam syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu didunia.
Mereka bertanya tentang sahabat-sahabat mereka kepada Allah
“Yaa Rabb, kami tidak melihat saudara-saudara kami yang sewaktu di dunia salat bersama kami, puasa bersama kami,….”
Maka Allah berfirman “pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam kitab “az-Zuhd”).Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, kerana mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat”.
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis “Jika kalian tidak menemukan aku nanti di syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku” wahai Rabb kami, hambamu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga”
SAHABATKU, MUDAH-MUDAHAN DENGAN INI, SAYA TELAH MENGINGATKANMU TENTANG ALLAH, AGAR SAYA DAPAT BERSAMAMU KELAK DI SYURGA.
Ya Allah, Aku memohon kepadamu…
Karuniakanlah kepadaku sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk taat kepadaMU.
Kekalkanlah persahabatan kami sampai kami bertemu denganMU

1 komentar:

  1. ngatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Merekalah sahabat-sahabat anda.

    Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan. Tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan. Tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya
    - The Book of Virtues -

    Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi. Demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

    Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

    Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan. Tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

    Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

    Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain: masalah bisnis, UUD (Ujung-Ujungnya Duit), ketidakterbukaan, kehilangan kepercayaan, perubahan perasaan antar lawan jenis, dan ketiak setiaan. Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

    Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda? Siapa
    yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu pun yang dapat anda berikan? Merekalah sahabat-sahabat anda. Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

    ~~
    Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
    “Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.”

    BalasHapus